Dunkin' Donuts Beralih Gunakan Gelas Kertas

Siapa yang tak tahu Dunkin' Donuts, gerai makanan ringan asal Amerika Serikat yang menyebar ke penjuru dunia.

Baru-baru ini, perusahaan yang bermarkas di Massachussets ini mengumumkan akan beralih dari gelas styrofoam ke bahan kertas. Tapi, hal itu baru akan mereka lakukan di tahun 2020.

Langkah ini merupakan upaya mereka agar memberikan layanan secara lebih ramah lingkungan.

Meskipun bukan satu-satunya gerai makanan yang melakukan langkah ini, Dunkin' Donuts berkomitmen dalam dua tahun ke depan, semua gerai akan beralih ke cangkir kertas.

“Tapi wadah itu tetap menjaga minuman tetap panas dan tangan tetap dingin,” tulis Dunkin' Donuts dalam siaran pers mereka dikutip Fox News.

Di kota asalnya, Dunkin' Donuts sudah mulai beralih ke gelas kertas.

Setelah itu akan berangsur-angsur di semua gerai Dunkin' Donuts daerah New York City dan California pada musim semi 2018.

Kemudian berlanjut di seluruh gerai Dunkin' Donuts di dunia.

Keputusan ini dilatari dampak penggunaan cangkir styrofoam yang sulit terurai. Sampah-sampah bekas cangkir berbahan styrofoam membahayakan kehidupan laut dan hewan lain yang menelannya.

Keputusan ini menuai reaksi pro dan kontra.

Dunkin' bukan gerai makanan pertama yang beralih ke cangkir kertas. Pada awal tahun, McDonald's mengumumkan akan menghilangkan cangkir styrofoam dari rantai pasokan di seluruh dunia pada akhir 2018.

Mereka berencana melanjutkan upaya memanfaatkan kemasan berbasis serat untuk sumber daur ulang pada tahun 2020.
Begini Keadaan Infrastruktur di Asmat

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengakui, penanganan kondisi luar biasa (KLB) di Kabupaten Asmat, Papua, bukanlah persoalan mudah.

Penetapan status KLB dilakukan setelah 72 orang meninggal dunia akibat kasus gizi buruk dan campak beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengaku, telah turun ke Kabupaten Asmat untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sana.

Dari 23 distrik yang ada di Asmat, ia bersama tim gabungan yang terdiri atas Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengunjungi enam distrik di antaranya.

"Kami tim advance yang ditugaskan untuk melihat kondisi di sana. Karena masalah di sana adalah infrastruktur," ungkap Arie di kantornya, Kamis (8/2/2018).

Ia mengatakan, tantangan infrastruktur utama yaitu wilayahnya dikelilingi rawa-rawa. Selain itu, air bersih juga sulit didapatkan, karena endapan sedimentasinya mencapai 200 meter.

Meskipun sudah ada sumur bor yang diharapkan sebagai sumber air bersih masyarakat, namun air yang terdapat di dalamnya merupakan air payau.

Dijelaskan Arie, sebagai daerah rawa-rawa, perahu merupakan moda transportasi yang diandalkan masyarakat Asmat sehari-hari. Sebenarnya, sudah ada beberapa jembatan penghubung yang dibuat di sana.

Namun, jembatan itu terbuat dari kayu, sehingga mudah lapuk ketika terjadi pasang.

"Kami akan lengkapi di sana dengan jembatan gantung, serta jalan yang menuju ke rumah sakit. Jembatan di sana sebenarnya sudah ada, tapi sebagian besar sudah putus," ungkap Arie.

Persoalan lainnya yaitu buruknya kualitas fasilitas mandi cuci kakus (MCK), baik yang ada di rumah-rumah, puskesmas maupun sekolah. Kondisi itu diperparah terutama terjadi pasang air laut.

Untuk itu, Kementerian PUPR menyiapkan sistem MCK yang jauh lebih baik dari pada yang ada saat ini.

Sistem MCK yang baru dipastikan juga akan bebas maintenance serta memiliki septic tank yang paling tidka dapat dimanfaatkan selama dua tahun.

"Setelah itu diganti modular dengan teknologi yang tepat guna. Ini sekaligus untuk menjalankan Program Padat Karya," imbuh Arie.

Nantinya, ia menambahkan, masyarkat akan mendapatkan pendampingan selama setahun setelah seluruh proyek rampung.

Pendampingan diberikan agar bila terjadi persoalan di kemudian hari, masyarakat dapat memperbaikinya sendiri.
Manfaatkan Ramadhan Sale dengan Tips Ini Agar Biaya di Dapur Lebih Hemat

Belanja di bulan Ramadhan semakin terasa hemat dengan keberadaan Ramadhan sale di berbagai tempat belanja online maupun offline. Selama bulan puasa atau Ramadhan ini memang perlu diakui biaya memenuhi kebutuhan harian mengalami pembengkakan. Terasa wajar memang karena sekalipun waktu makan sehari berkurang menjadi dua kali sehari, namun menu untuk sahur dan berbuka lebih kompleks. Biaya untuk menyiapkan menu ini ternyata bisa membuat pengeluaran membengkak.

Menyadari kondisi seperti ini membuat ibu rumah tangga perlu lebih bijak dalam mengelola keuangan selama Ramadhan. Memang akan sulit karena setelah berpuasa dijamin butuh camilan dan minuman manis sebagai pembuka, sering disebut dengan istilah takjil. Kemudian menu yang disiapkan juga musti mengandung nutrisi yang lengkap supaya kuat berpuasa seharian penuh dan selama sebulan penuh. Lantas, adakah solusi untuk menghemat kebutuhan belanja dapur selama bulan Ramadhan ini?

Tips Hemat Belanja Kebutuhan Dapur Selama Ramadhan

Sekalipun ada pesta diskon di berbagai swalayan dan supermarket tetap saja kemungkinan boros masih sangat besar. Membantu tetap menekan pengeluaran maka bisa menyimak tips di bawah ini:

1.       Belanja stok kulkas untuk seminggu,
Meskipun swalayan dan supermarket kerap membagikan diskon selama bulan puasa tetap saja terasa boros. Bisa jadi karena setiap hari masuk ke dalamnya sehingga kontrol belanja terasa lebih sulit. Baiknya mulai membiasakan belanja untuk seminggu lalu disimpan di kulkas, pahami bagaimana menyimpan setiap jenis belanjaan agar tidak rusak.

2.       Baiknya membeli bahan banyak sekaligus,
Saat masuk ke kawasan supermarket di area sayur ataupun buah Anda bisa memilih belanja dalam jumlah sedikit atau banyak sekalian. Dianjurkan membeli yang banyak sekaligus misalnya tertarik menyediakan jeruk di rumah, baiknya langsung satu kilogram bukannya beberapa biji saja karena harganya menjadi lebih murah. Demikian pula untuk sayuran yang akan dimasak bersama sumber protein hewani, dijamin tambah murah karena ada Ramadhan sale di supermarket tersebut.

3.       Lebih memilih bumbu segar racikan sendiri,
Beberapa ibu rumah tangga masa kini merasa tidak punya banyak waktu maupun tenaga untuk meracik bumbu masakan sendiri. Sehingga mempergunakan bumbu instan yang tinggal dituang sudah menghasilkan masakan yang sedap. Padahal kalau dikalkulasikan sebungkus bumbu instan cenderung lebih mahal ketimbang meraciknya sendiri dari bumbu segar. Jika tidak sanggup di uleg maka bisa di blender, intinya gunakan selalu bumbu segar agar tidak hanya hemat namun juga membuat masakan lebih sehat selama Ramadhan.

4.       Belanja ke tempat termurah dan terlengkap,
Jika berbelanja kebutuhan dapur maka ibu rumah tangga kebanyakan lebih percaya ke pasar tradisional. Meskipun suasananya tidak senyaman di supermarket namun harga kebutuhan kulkas disini lebih murah dan dijamin segar. Penjual biasanya hanya menjual bahan makanan segar dan masih berkualitas sebab tidak memiliki teknologi pendingin canggih di rumah seperti di supermarket. Jadi bisa membantu berhemat saat belanja kebutuhan dapur sepanjang berpuasa.


Kebutuhan dapur yang bisa dihemat memberi kesempatan bagi ibu rumah tangga untuk menyiapkan budget belanja baju baru atau aneka kue kering untuk lebaran besok. Apalagi jumlah uang yang bisa dihemat dari sektor isi kulkas terbilang lumayan maka cobalah mempraktekkan tips di atas. Dijamin kebutuhan lebaran akan lebih mudah dipenuhi entah kebutuhan menu spesial lebaran, baju baru, ataupun tiket untuk mudik. Sehingga Anda punya banyak amunisi untuk menikmati Ramadhan sale saat sektor dapur sukses dihemat.