Lakukan 5 Pertimbangan Ini Saat Memilih Kail Pancing Agar Mendapatkan yang Terbaik

Cermat dalam memilih kail pancing akan membantu menikmati kegiatan memancing dengan maksimal, sehingga jangan diremehkan. Kail ini menjadi nyawa bagi alat memancing yang Anda gunakan supaya bisa menangkap ikan yang diinginkan dengan lebih mudah. Tentunya perlu memakai umpan yang benar pula, karena percuma kalau kailnya bagus namun tidak diberi umpan dijamin ikan tidak akan mau mendekat. Kemudian pastikan kailnya juga dirawat dengan baik supaya performanya selalu terjaga. 

Pembelian kail jauh lebih sering ketimbang senar dan alat memancing lainnya karena memang mudah rusak. Semakin lekas rusak ketika dipakai terlalu sering dan tidak dirawat dengan baik, oleh sebab itu usahakan bijak memperlakukannya. Toh, tidak rugi sudah memberikan perawatan yang maksimal karena setiap kali memancing Anda dibuat senang. Pilihan kail di toko online dan offline juga sangat banyak, jadi ketahui bagaimana memilih yang terbaik dan juga sesuai dengan kebutuhan. 

Pertimbangan Memilih Kail 

Pemilihan kail sepertinya tidak bisa dilakukan secara asal, karena memang akan membutuhkan beberapa pertimbangan penting. Diantaranya adalah: 

1. Mempertimbangkan bentuk dan ukuran kail, 
Bentuk dari kail ini sangat beragam, ada yang melengkung biasa ada yang sampai membentuk lingkaran sempurna. Ukurannya pun bermacam-macam dari yang paling kecil sampai yang paling besar dan baiknya dipilih sesuai kebutuhan. Jadi jangan asal kecil jangan pula asal besar karena kalau jenis tangkapannya tidak mendukung maka hasilnya cenderung mengecewakan. 

2. Material penyusun kail, 
Material untuk pembuatan kail pancing yang ditawarkan di situs belanja online maupun di toko pancing konvensional. Rupanya sangat beragam, dimulai dari bahan besi yang diberi campuran karbon sampai material baja yang diberi lapisan chrome. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri namun tidak ada salahnya meminta rekomendasi. Sehingga bisa mendapatkan kail yang paling baik sekaligus mendapatkan yang awet dan tidak mudah bengkok, supaya tidak melulu harus beli yang baru. 

3. Memperhatikan desain ujung kail, 
Selain model kail secara keseluruhan Anda juga musti menimbang dan memperhatikan desain ujung kail tersebut. Sebab pilihannya sendiri cukup beragam mulai dari model needle, micro barb, beak, kirbed, dan lain-lain. Biasanya desain ujung ini disesuaikan dengan karakter mulut ikan yang akan ditangkap. Tentunya mudah ditentukan sebab kegiatan memancing dewasa ini dilakukan di empang buatan bukan lagi di sungai. Namun kalau memancing ke laut pastikan memilih desain ujung kail yang cocok untuk ikan air asin. 

4. Sesuaikan dengan jenis ikan yang ditangkap, 
Sering berkonsultasi serta sering mencari referensi akan membantu Anda menentukan kail yang sempurna. Kesempurnaan kail rupanya tidak sebatas pada material terbaik dan desain yang terbaik pula melainkan perlu disesuaikan dengan jenis ikan yang ditangkap. Jadi, ada perbedaan desain kail ketika menangkap ikan lele dengan ikan patin. Kalau kurang referensi dijamin salah memilih maka cobalah mengumpulkan informasi sebanyak mungkin terlebih dahulu. 

5. Pertimbangkan soal merek kailnya, 
Memilih yang sesuai jenis ikan tangkapan baiknya juga sekaligus mencari yang terbaik, paling simpel adalah memilih berdasarkan merek. Merek untuk kail ini beragam dan mayoritas masih buatan pabrik luar negeri. Tentunya beberapa diantaranya adalah pabrikan terkemuka dan tentu memiliki mutu lebih baik dibanding yang lainnya. Jadi, silahkan mencari pabrikan kail pancing mana yang terbaik untuk dijadikan pilihan supaya memancing tidak lagi membosankan lantaran sering melakukan strike.

Fitur Microsoft yang Membuat Penulisan CV Jadi Mudah

Menulis resume atau curriculum vitae (CV) menjadi hal yang menjemukan bagi pencari kerja. Sebab, mereka perlu memilah pengalaman terbaik agar memberi kerja memilih mereka sebagai karyawan.

Saking merepotkannya, sejumlah pekerja bahkan enggan pindah dari kantor mereka lantaran malas menulis CV. Ini tentunya berakibat pada kinerja di kantor tempat mereka bekerja saat ini.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Microsoft merilis fitur Resume Assistant. Bekerja sama dengan laman profil profesional Linked-In, fitur ini dapat mempermudah pengguna membuat resume atau CV-nya.

Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memilah informasi penting yang dibutuhkan CV-nya. Melalui jaringan profesional yang dimiliki Linked-In, pengguna dapat melihat contoh bagaimana pekerjaan yang pernah mereka geluti dideskripsikan.

Resume Assistant juga memberikan rekomendasi kemampuan yang harus dimiliki untuk melamar pekerjaan impian. Misalnya, ketika pengguna ingin melamar kerja sebagai Brand Manager, maka kemampuan mengenai digital marketing perlu dimasukkan.

Dengan begitu, para pencari kerja tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengedit resume- nya. Cukup mengikuti pola dan saran yang ada, CV berkualitas langsung bisa dimiliki.

fitur ini bakal tersedia pada versi Office 365.

Meski bekerjasama dengan Linked-In, pengguna tidak harus memiliki akun di media profesional tersebut. Selama produk Office yang digunakan sesuai, pengguna masih bisa menikmati fitur ini.

Berdasarkan informasi yang tertulis blog resmi Linked-In, fitur ini diklaim lebih ekonomis. Sebab, hampir semua informasi yang diperlukan oleh para pencari kerja bisa dimuat dalam selembar kertas.

Sebelumnya, sebuah profil profesional memerlukan berlembar-lembar kertas lantaran banyaknya pengalaman kerja yang dilalui. Pemberi kerja butuh waktu lama untuk melihat satu buah CV. Alhasil, CV pencari kerja berakhir di tempat sampah.    

Keistimewaan Resume Assistant tidak hanya sampai di situ. Ketika perangkat pengguna yang sedang membuka resume terkoneksi internet, akan muncul pemberitahuan secara otomatis mengenai informasi lowongan pekerjaan melalui taskbar.

Sayangnya, fitur ini sementara hanya dapat digunakan oleh Microsoft Word dengan pengaturan Bahasa Inggris. Selain itu, ketersediaannya juga masih terbatas di sejumlah negara seperti Australia, Brasil, Kanada, China, India, Jepang, Selandia Baru, Singapura, dan Amerika Serikat.

Untuk negara di luar daftar atau fitur berbahasa lain, termasuk Indonesia, kemungkinan butuh waktu sedikit lebih lama.
Masih ingat? Tahun Ini Ada Piala Dunia!

Bisa dibayangkan, tahun ini, penyelenggaraan kompetisi sepak bola paling akbar, Piala Dunia, bakal menyedot perhatian begitu banyak publik. Pada 2018, Rusia menjadi tuan rumah perhelatan empat tahun sekali.

Asal tahu saja, Piala Dunia tak hanya menghapus penantian penggila sepak bola. Piala Dunia, kata Golden Mayanawa Andrean, Product Marketing LED TV PT Sharp Electronics Indonesia (SEID), adalah kesempatan bagi pelaku industri elektronik menangguk untung banyak dari sisi penjualan. "Piala Dunia adalah peluang," tutur Golden menjawab pertanyaan Kompas.com di sela-sela peluncuran teknologi 8K Sharp untuk produk televisi pada Kamis (8/2/2018).

Lebih lanjut, Golden mengatakan, Piala Dunia, adalah masa-masa yang dimanfaatkan untuk gencar menjual produk televisi selain pada saat Lebaran, Natal, maupun Imlek. "Karena, semua orang kan pengin menonton (tayangan pertandingan) ya," tuturnya.

Rata-rata, kata Golden, Sharp Indonesia pada masa Piala Dunia bisa meningkatkan secara signifikan penjualan televisi. "Sekitar 10 persen peningkatannya," ujarnya.

Dalam pemaparan pada peluncuran teknologi 8K itu, National Sales Senior General Manager SEID Andry Adi Utomo mengatakan SEID membukukan penjualan hingga 3,3 juta televisi seluruh varian sepanjang 2017. Nilai penjualan sebesar itu adalah Rp 9,8 triliun.
Sementara itu, pada 2016, SEID berhasil menjual 3,37 juta televisi seluruh varian. Nilai penjualan mencapai Rp 12,2 triliun.

Lantas, imbuh Andry, pihaknya juga menerapkan strategi untuk membidik pangsa pasar Indonesia yang besar. Salah satunya adalah mengeluarkan semua lini televisi untuk seluruh target mulai dari low end hingga high end.

Khusus untuk televisi berteknologi 8K, SEID akan menjual kepada publik Indonesia pada November 2018. "Ada spesifikasi khusus untuk Indonesia," demikian Andry Adi Utomo.